FATF Targeted Report – July 2026

Unduh: FATF Report: Targeted Report on Regulatory Challenges from DeFi – Updated July 2026

FATF telah mempublikasikan dokumen berjudul Targeted Report on Regulatory Challenges from Decentralised Finance (DeFi) pada Juli 2026. Dokumen ini mengkaji perkembangan ekosistem Decentralised Finance (DeFi) yang mengalami pertumbuhan pesat sejak diterbitkannya Updated Guidance for a Risk-Based Approach to Virtual Assets and Virtual Asset Service Providers pada tahun 2021. Meskipun pangsa DeFi masih relatif kecil dibandingkan keseluruhan pasar Virtual Assets (VA), pertumbuhan DeFi, yang disertai dengan meningkatnya keterlibatan investor institusional, VASP, dan entitas teregulasi lainnya, telah meningkatkan relevansi DeFi dalam sistem keuangan global serta potensi eksposurnya terhadap risiko pencucian uang (ML), pendanaan terorisme (TF), dan pendanaan proliferasi (PF).

Kajian tersebut menyoroti bahwa karakteristik utama DeFi seperti akses tanpa izin (permissionless access), pseudonimas, otomatisasi melalui smart contracts, interoperabilitas antar protokol (composability), dan jangkauan lintas negara memberikan peluang besar bagi inovasi keuangan. Pada saat yang sama menciptakan kerentanan yang dapat dimanfaatkan untuk pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi. FATF menemukan bahwa berbagai aktor ilegal, termasuk pelaku penipuan, jaringan pencucian uang profesional, kelompok ransomware, dan aktor pendanaan proliferasi, semakin memanfaatkan ekosistem DeFi untuk menyamarkan dan memindahkan dana hasil kejahatan melalui teknik yang kompleks seperti chain-hopping, cross-chain bridges, decentralised exchanges, serta mixers.

Sebagai respons, kajian tersebut menguraikan risiko-risiko kejahatan keuangan yang muncul dalam ekosistem DeFi, menjelaskan bagaimana Standar FATF diterapkan pada pengaturan DeFi, serta memberikan praktik-praktik yang baik (good practices) bagi otoritas dalam mengidentifikasi, mengatur, mengawasi, dan menyelidiki pengaturan DeFi yang berada dalam cakupan kerangka FATF. Laporan ini juga menawarkan kriteria untuk mengidentifikasi pihak yang memiliki “kontrol atau pengaruh yang cukup" (control or sufficient influence) atas suatu pengaturan DeFi serta memberikan rekomendasi bagi regulator maupun pelaku industri.

Kajian ini merupakan kelanjutan dari analisis FATF sebelumnya yang di elaborasikan dalam 2021 Guidance on Virtual Assets and Virtual Asset Service Providers. Laporan tersebut menyoroti bagaimana perkembangan pesat sektor DeFi sejak 2021 telah menimbulkan tantangan baru bagi regulator, khususnya dalam menentukan apakah suatu pengaturan DeFi benar-benar terdesentralisasi atau masih dikendalikan oleh individu atau entitas tertentu. FATF menegaskan bahwa standar AML/CFT tetap berlaku apabila terdapat pihak yang memiliki kontrol atau pengaruh yang cukup terhadap pengoperasian, tata kelola, maupun manfaat ekonomi dari suatu pengaturan DeFi.

Laporan ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis fungsi (functional approach) dan berbasis risiko (risk-based approach) dalam mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab serta memastikan penerapan pengawasan yang efektif terhadap risiko kejahatan keuangan di sektor DeFi.

Disadur dari: FATF Targeted Report on Regulatory Challenges from DeFi ​

Artikel Terkait Lain