SP 175/OJK/DKPU/XI/2026
SIARAN PERS
OJK DORONG GENERASI MUDA MENJADI PENGGERAK EKONOMI DAN KEUANGAN SYARIAH MELALUI ISFO 2026
Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad 2026
Jakarta, 25 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia dengan mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi muda, salah satunya melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 sebagai wadah pembelajaran, kompetisi, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, dalam Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad 2026 dengan mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate", yang digelar di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9).
“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Dicky.
Dicky menjelaskan, ISFO tahun 2026 diikuti oleh 11.952 peserta atau hampir 12.000 peserta, yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta meningkat sekitar 12 persen dan jumlah tim meningkat sekitar 15 persen. Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan besarnya antusiasme generasi muda untuk belajar, mengasah kemampuan, dan berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia.
Lebih lanjut, Dicky menegaskan bahwa nilai terbesar dari kompetisi ini bukanlah semata-mata menjadi juara, melainkan proses belajar yang telah dilalui. Menurutnya, yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang CAKAP, yaitu memahami keuangan; BIJAK, yaitu mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan; PRODUKTIF, yaitu mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi; serta TERLINDUNGI, yaitu memahami hak dan risiko, mampu bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi, dan mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu'ti menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa generasi muda muslim yang berpendidikan, kreatif, serta produktif.
“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan," kata Abdul Mu'ti.
Menurutnya, ekonomi syariah bukanlah tentang akumulasi kekayaan pada segelintir orang, melainkan tentang distribusi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, terdapat salah satu tantangan besar yang dihadapi ke depan yaitu memperluas inklusi ekonomi syariah kepada seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar, berkreasi, serta mengembangkan diri. Ia juga berharap generasi muda agar mampu mengelola keuangan dengan bijak, membangun usaha yang produktif, dan menjadi generasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan, koperasi menjadi alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda, dan meyakini bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus diikuti dengan penguatan akses pembiayaan serta penyediaan wadah ekonomi yang memadai.
"Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan," ujar Ferry.
Ferry mendorong generasi muda untuk lebih kreatif, tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang ada, tetapi mampu menjadi generasi yang mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang bernilai tambah.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Peluncuran Bahan Ajar Literasi Keuangan
Sebagai rangkaian kegiatan Puncak ISFO 2026, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta peluncuran Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F.
Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi landasan untuk semakin memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan maupun program, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di lingkungan satuan pendidikan.
Lebih lanjut, OJK telah menyusun Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan F bersama dengan pemangku kepentingan terkait sebagai upaya mendukung Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen pada tahun 2024 (d.h. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
Bahan ajar ini mengintegrasikan kompetensi literasi finansial ke dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler (Matematika dan Ekonomi) dan kegiatan kokurikuler, serta telah dikurasi dan tersedia di platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen. Diharapkan bahan ajar ini membantu tenaga pendidik menyampaikan materi literasi keuangan yang relevan dan aplikatif sehingga menjadi bekal pelajar dalam mengambil keputusan keuangan saat ini dan di masa depan.
ISFO 2026 Wadah Edukasi dan Kompetisi Keuangan Syariah Generasi Muda
ISFO 2026 menjadi wadah edukasi dan kompetisi yang mendorong generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan syariah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 menghadirkan peserta terbaik dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas 4 tim Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, 4 tim CCKS kategori mahasiswa, serta 3 tim WMS kategori mahasiswa.
Adapun peserta Grand Final Kompetisi CCKS adalah sebagai berikut:
Kategori Pelajar
Peringkat
| Nama Peserta
| Asal Sekolah
|
Juara 1
| Keanu Alief Montoya Ahmad Akif Al Zahrawi M. Razan Aqil Muflih
| MAN Insan Cendekia Kota Batam (Tim 1)
|
Juara 2
| Fawwaz Chandra Muhammad Muntaha Hadafi Shofi Khairunnisa
| MAN Insan Cendekia Serpong
|
Juara 3
| Abisatya Nararya Essenza Qurani Permata Qolbi Wanda Revamoza Abrilliant
| MAN 2 Kota Malang
|
Juara 4
| M. Safa Farras Muhammad Tammam Elhikam S. Muhammad Widi Alviano Putra
| MAN Insan Cendekia Batam (Tim 2)
|
Kategori Mahasiswa
Peringkat
| Nama Peserta
| Asal Perguruan Tinggi
|
Juara 1
| Aida Aulia Rahmah Iskazkro Rohmat Chaska Dea Alifiah Ihsani
| Universitas Brawijaya Malang
|
Juara 2
| Adriel Dwi Nugroho Muhammad Wahab Hasbullah Annisa Fitriwadhani
| Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 1)
|
Juara 3
| Rezeky Farma Natanael N. Muhammad Andrian Leon Adhyaksa Awindra
| Politeknik Keuangan Negara STAN (Tim 2)
|
Juara 4
| Pranajaya Muhammad Setiady Nuriel Ajrina Izati Almaitsaa Majdina Putri
| Universitas Padjajaran Sumedang
|
Kompetisi Wirausaha Muda Syariah (WMS)
Peringkat
| Nama Peserta
| Asal Perguruan Tinggi
| Nama Usaha
|
Juara 1
| Athar Ibrahim Toyib Zahra Nurul Rizkiyah
| IPB University
| Sortine
|
Juara 2
| Siti Syahlah Septiyani Naila Fidriatul Ilham Dina Widyastuti
| Universitas Widyatama
| FitDaYs
|
Juara 3
| Azid Ramadhan Bintang Najwa Manurung M. Ariel Zulya Ramadhan
| Universitas Syiah Kuala
| ELPIS
|
Melalui penyelenggaraan ISFO 2026, OJK berharap para peserta dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang mampu menyebarkan pemahaman positif mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada lingkungan sekitarnya.
***
Informasi lebih lanjut:
Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJK - Sekar Putih Djarot
Telp. (021) 29600000; Email: humas@ojk.go.id