Sign In

Anggota Dewan Komisioner

Hits : 193800
​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Anggota Dewan Komisioner ​​​

Friderica Widyasari Dewi meraih gelar Sarjana di bidang ekonomi di Universitas Gadjah Mada dan mendapatkan gelar Master of Business Administration di California State University of Fresno, CA, USA. Ia kemudian meraih gelar Doktor di bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada di tahun 2019.

Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK periode 2022 sampai dengan 2026. Pada 2026, Ia menjabat sebagai Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sebelumnya Friderica merupakan Direktur Pengembangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009-2015, Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015-2016 dan Direktur Utama PT KSEI pada 2016-2019. Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada 2020-2022.

Friderica aktif di beberapa organisasi internasional, yaitu sebagai Advisory Board pada The OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) dan Governing Council pada the International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet).

Hernawan Bekti Sasongko sebelumnya merupakan anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang ekonomi, keuangan, dan perbankan.

Kariernya dimulai di Bank Indonesia pada 1989 di bidang analisis ekonomi dan kebijakan internasional, termasuk sebagai Senior Economist pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia di New York dan analis ekonomi senior di Departemen Internasional Bank Indonesia. Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya dalam analisis ekonomi makro, kerja sama internasional, dan stabilitas sektor keuangan.

Sejak berdirinya Otoritas Jasa Keuangan, Hernawan turut berperan dalam penguatan fondasi kelembagaan OJK melalui berbagai posisi strategis, antara lain sebagai Direktur Perencanaan Strategis, Kepala Departemen Organisasi dan SDM, kemudian Deputi Komisioner Manajemen Strategis yang membidangi organisasi, SDM, dan Hukum, serta Deputi Komisioner Internasional dan Riset.

Hernawan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, serta Sarjana Ekonomi dari Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, dan memiliki sertifikasi Manajemen Risiko Level 4.

Dian Ediana Rae lahir di Bandung, 4 April 1960. Ia lulusan Doktor Bidang Hukum Ekonomi Keuangan dari Universitas Indonesia dengan predikat cumlaude. Ia menamatkan pendidikan Sarjana bidang Hukum Internasional Universitas Padjajaran dan Master bidang Hukum Bisnis University of Chicago Law School. Dian juga sempat mengambil Law Course di Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat, Summer School for International Finance Law di Oxford University, Inggris, Executive Education Program di Harvard Kennedy School, dan ASEAN Leadership Program, Judge Business School, Cambridge University, Inggris.

Sejalan dengan keilmuan yang dimiliki, Dian pun banyak berkecimpung di bidang hukum ekonomi dan bisnis. Dian Ediana Rae memulai kariernya di bidang keuangan di Bank Indonesia. Dalam kariernya di Bank Indonesia, Dian merupakan anggota dari Delegasi Indonesia untuk misi negosiasi trade in services di WTO, APEC, dan ASEAN. Selanjutnya, Dian juga memimpin beberapa delegasi Indonesia dalam pertemuan G20 terkait Trade Finance Expert dan UNCTAD Conference on Debt Management. Dian menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia, tepatnya untuk penugasan di London pada tahun 2010-2013, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI yang wewenangnya meliputi daerah Jawa Barat dan Banten pada 2013-2014, serta sebagai Kepala Departemen Regional I Bank Indonesia Sumatera untuk masa jabatan 2014-2016. Sebelum akhirnya menjadi Wakil Kepala PPATK pada 2016-2020, dan kemudian diangkat menjadi Kepala PPATK periode 2020-2021.

Selain itu, Dian Ediana Rae juga pernah ditunjuk sebagai Vice Chair di Kelompok Kerja Pertukaran Informasi the Egmont Group. Dian juga terpilih sebagai Regional Representative the Egmont Group untuk kawasan Asia Pasifik, anggota the Egmont Group Committee, dan juga menjabat sebagai Co-Chair dalam Financial Intelligence Consultative Group (FICG) di kawasan Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru pada tahun 2018-2021.

Sejak 2022 sampai dengan saat ini, Dian Ediana Rae menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (Ex-Officio Otoritas Jasa Keuangan). Selain itu pada 2025, Dian juga merupakan Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) Otoritas Jasa Keuangan, Ketua Komite Remunerasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Komite Syariah LPS.

Hasan Fawzi lahir di Purwakarta 27 April 1970. Meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993, dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas LÍAE de Grenoble, Université Pie​rre Mendes, France. Kemudian mendapat gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.

Hasan Fawzi memulai karier di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993-1997, kemudian bergabung dengan PT Kliring Penjaminan​ Efek Indonesia (KPEI) sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997-2008. Selanjutnya, Hasan Fawzi menjadi Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012, Direktur Utama KPEI selama dua periode 2012-2015 dan 2015-2018, dan Direktur Pengembangan BEI pada 2018 - 2022.

Hasan sebelumnya juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit (2022–2023), Komisaris Utama dan Independen PT RHB Sekuritas Indonesia (2022–2023), dan Komisaris Independen PT Merdeka Battery Materials Tbk (2023).

Lahir di Bogor, 21 Mei 1961, Ogi Prastomiyono memperoleh gelar sarjana Teknologi Industri Pertanian dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1984, dan Master of Business Administration dari University of Notre Dame, Amerika Serikat, pada t​ahun 1994.​​​

Beliau sebelumnya menjabat sebagai Direktur Layanan Strategis PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (2018-2021) dan Wakil Komisaris Utama PT Vale Indonesia Tbk (2020-2022).

Ogi memulai karir di Bank Ekspor Impor Indonesia atau Exim Bank pada 1986. Di sana, ia menduduki posisi sebagai Loan Officer di Divisi Kredit Perkebunan. Posisi terakhirnya di Exim Bank sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan.

Di tahun 1999, beliau bergabung d​engan Bank Mandiri dan menduduki berbagai posisi yang berbeda di Bank Mandiri sebelum duduk di Direksi, yaitu Kepala Divisi Compliance (1999-2001), Deputy Chairman – IPO Working Team (2001-2003), Managing Director Bank Syariah Mandiri (2003-2005), Group Head Compliance (2005-2006), dan Group Head Internal Audit (2006-2008).

Dan setelahnya, beliau diangkat sebagai Direktur Compliance & Human Capital Bank Mandiri (2008-2014), sebagai Direktur Risk Management & Compliance (2014-2015), sebagai Direktur Technology & Operations (2015-2016), dan sebagai Direktur Operations tahun (2016-2018).

Agusman lahir di Padang pada tanggal 6 Agustus 1965. Menyelesaikan pendidikan Sarjana di bidang Akuntansi Universitas Andalas pada tahun 1989, dan mendapat gelar Master of Business Administration (MBA) di bidang Economics and Finance dari Curtin University of Technology pada tahun 1998. Selanjutnya, beliau meneruskan studi dan meraih gelar PhD di bidang Banking and Finance dari Australian National University (ANU) pada tahun 2006, dengan tesis berjudul "An Empirical Examination of Bank Risk Taking - Asian Evidence".

Agusman mengawali karier di Bank Indonesia pada tahun 1992 setelah menyelesaikan Pendidikan Calon Pemeriksa Bank (PCPB) Angkatan II sebagai peserta terbaik pertama. Sebelum di Bank Indonesia, beliau pernah menjadi staf audit di kantor akuntan, staf di lembaga manajemen dan dosen akuntansi di salah satu universitas negeri.

Sebagian besar karier Agusman adalah di bidang pengawasan, pemeriksaan, pengaturan dan penelitian perbankan. Paska krisis keuangan 1997/1998 beliau ditugaskan di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai bank oversight. Beliau termasuk yang mula-mula mendalami dan memperkenalkan stress test, macroprudential policy dan financial system surveillance. Beliau telah mengikuti berbagai forum tentang perbankan dan stabilitas sistem keuangan baik di dalam maupun luar negeri. Tulisan-tulisan beliau telah dipublikasikan dalam beberapa jurnal akademis antara lain Journal of Banking and Finance, Pacific-Basin Finance Journal, and Research in International Business and Finance. Beliau adalah Profesor Kehormatan pada bidang ilmu Manajemen Keuangan di UNISSULA, Semarang, Jawa Tengah.

Di Bank Indonesia, Agusman pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Surveillance Sistem Keuangan (2016-2017), Kepala Departemen Komunikasi (2017-2019), Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (2019), dan Kepala Departemen Audit Internal (2020-2023), serta pensiun dengan pangkat terakhir sebagai Asisten Gubernur. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Dana ​Pensiun Bank Indonesia - Iuran Pasti (Dapenbi - IP) sejak didirikan s.d awal Agustus 2023.

Pada tanggal 9 Agustus 2023 belia​u resmi menjadi Anggo​ta Dewan Komisioner OJK yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden RI No.67/P Tahun 2023 tanggal 26 Juli 2023.​

Adi Budiarso lahir di Salatiga pada 1 September 1970. Beliau merupakan ahli di bidang ekonomi dan keuangan dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam perumusan kebijakan strategis, khususnya di sektor keuangan dan tr​ansformasi digital.

Sebelum bergabung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beliau mengemban berbagai posisi strategis di Kementerian Keuangan, antara lain sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya (2025-2026); Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) (2020-2025); Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (2018-2020); Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan Bilateral dan Regional (2019-2020); Sekretaris Kerja Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group, Bali (2017-2018); serta Chief Organizational Transformation Officer, CTO (2014–2018).

Dalam berbagai peran tersebut, beliau mencatatkan sejumlah pencapaian strategis, antara lain memimpin peninjauan terhadap 17 undang-undang di sektor keuangan serta memimpin penyusunan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Beliau juga berkontribusi signifikan dalam perumusan kebijakan regional, multilateral, dan perubahan iklim, serta berperan penting dalam keberhasilan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group di Bali. Selain itu, beliau menjadi tokoh kunci dalam memperkuat tata kelola, kinerja, dan akuntabilitas institusi Kementerian Keuangan RI.

Atas dedikasi dan kontribusinya, beliau menerima sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain Board of Directors CPA Australia Recognition Award pada tahun 2025 serta Australian Leadership Award and Doctoral Scholarship pada periode 2009-2013.

Adi Budiarso meraih gelar Diploma IV Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), meraih gelar Master of Accounting dari University of Southern California, serta Doctor of Business Administration (DBA) dari University of Canberra. Beliau merupakan Fellow Certified Practising Accountant (FCPA Australia).​

Dicky Kartikoyono lahir di Jakarta pada 19 Desember 1967. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI dengan bidang studi Akuntansi pada tahun 1994. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan magister di George Washington University dengan konsentrasi Project Management dan lulus pada tahun 1999.

Dicky memulai kariernya di Bank Indonesia pada 3 April 1995 dan menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sejak 2 Mei 2023.

Dicky menjabat sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia pada periode 2023–2026 dan Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola Bank Indonesia pada periode 2022–2023. Dicky juga pernah bertugas sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia London pada tahun 2020–2022, serta sebagai Pegawai Setingkat Direktur Eksekutif pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia London pada periode yang sama.

    

Lahir di C​irebon, 24 Februari 1969, Sophia Issabella Watimena menyandang gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia lalu menamatkan pendidikan Master of Business Administration di Leiden University, Be​landa, serta Kuhne Logistic University, Jerman. Sophia juga telah memenuhi kualifikasi sebagai Chartered Accountant (CA) yang diakui oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).​

Sophia mengawali karirnya sebagai auditor eksternal di Ernst & Young (EY) hingga menjabat sebagai Senior Manager EY Transaction Advisory Services, serta pernah menjabat sebagai Manager Internal Audit di PT Semen Cibinong Tbk. Selama karirnya, Sophia pernah menjabat sebagai Head of Finance Resource Management Unit United Nations Development Program (UNDP). Setelah itu, Sophia dipercaya sebagai Vice President Advisory & Investment di PT Indonesia Infrastructure Finance, salah satu anak usaha PT Sarana Multi Infrastruktur dan berbagai lembaga multilateral.​​

Sophia pernah bergabung di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) salah satunya sebagai Direktur Keuangan & Operasi PT Pelabuhan Indonesia Investama dan Direktur Keuangan & SDM PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. Ia kemudian menjajaki karir di PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) sebagai Executive Director of Finance dan selanjutnya dipercaya sebagai Managing Director.

Thomas A. ​M. Djiwandono lahir di Jakarta pada Mei 1972. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Studi Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat, pada tahun 1994, serta meraih gelar Master di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, pada tahun 2003.

Thomas memulai karier sebagai jurna​lis sebelum beralih ke sektor keuangan dan bisnis. Ia pernah berkarier sebagai analis keuangan, konsultan, serta menduduki berbagai posisi strategis di sektor swasta.

Pada Juli 2024, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia dan kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut pada Oktober 2024. Ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio dari Kementerian Keuangan pada periode 2025-2026.

Thomas A.M. Djiwandono resmi diangkat sebagai Dewan Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10/P Tahun 2026 tanggal 3 Februari 2026 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 9 Februari 2026.

Juda Agung, kelahiran Pontianak tahun 1964, menempuh pendidikan sa​rjana di bidang Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor dan lulus pada tahun 1987. Juda kemudian melanjutkan studi ke University of Birmingham, Inggris, dan memperoleh gelar Master di bidang Money, Banking and Finance pada tahun 1995. Juda mendapatkan gelar doktor (PhD) di bidang Economics pada tahun 1999.​

Memulai karier di Bank Indonesia pada tahun 1991, Juda Agung memiliki pengalaman yang panjang melalui sejumlah penugasan, baik di eksternal Bank Indonesia sebagai Economist di Netherlands Central Planning Bureau, Advisor to Executive Director di International Monetary Fund (IMF) dan Direktur Eksekutif IMF di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada periode 2017–2019, maupun di internal Bank Indonesia yang meliputi area riset ekonomi dan kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, manajemen strategis, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

Penunjukan Juda sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021, dan ia resmi dilantik serta mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022.

Pada 5 Februari 2026, Juda dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih.






​​


   

Otoritas Jasa Keuangan

Gedung Sumitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710 Indonesia

Hubungi Kami

(021) 2960 0000
157
humas@ojk.go.id
081 157 157 157

Artikel GPR

Copyright Otoritas Jasa Keuangan 2024 | Peta Situs | Syarat dan Kondisi