Sign In

Siaran Pers KOJK Daerah Istimewa Yogyakarta: OJK Dorong Literasi dan Kecakapan Finansial di Era Digital - Diseminasi Riset OJK Institute di Universitas Negeri Yogyakarta

 Siaran Pers KOJK Daerah Istimewa Yogyakarta: OJK Dorong Literasi dan Kecakapan Finansial di Era Digital - Diseminasi Riset OJK Institute di Universitas Negeri Yogyakarta

July 3, 2026
   

 

         SP-10/HM/OJK/VII/2026

                                                 

SIARAN PERS

OJK DORONG LITERASI DAN KECAKAPAN FINANSIAL DI ERA DIGITAL

Diseminasi Riset OJK Institute di Universitas Negeri Yogyakarta


Yogyakarta, 3 Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin cerdas dan bijak secara finansial di era digital dengan memahami manfaat, risiko, dan karakteristik produk keuangan sebelum mengambil keputusan keuangan.

Demikian disampaikan Kepala OJK DIY Eko Yunianto dalam kegiatan Diseminasi Riset Vaganza bertema "Melek Finansial di Era Digital" yang diselenggarakan OJK Institute bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dihadiri 250 Mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Yogyakarta, Kamis (2/7).

Eko Yunianto menyampaikan pesatnya perkembangan layanan keuangan digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat memahami manfaat, risiko, dan karakteristik produk serta layanan jasa keuangan sebelum mengambil keputusan keuangan.

“Hasil Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan sebesar 66,46 persen, masih di bawah tingkat inklusi keuangan yang mencapai 80,51 persen. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan tanpa memahami manfaat dan risikonya secara memadai. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan menjadi sangat penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab," ujar Eko Yunianto.

Eko menambahkan selama periode Januari s.d. Mei 2026, OJK DIY menerima sekitar 1.800 pengaduan walk-in yang didominasi sektor financial technology (fintech) lending, diikuti sektor perbankan dan sektor lainnya, termasuk berbagai modus penipuan yang berada di luar kewenangan pengawasan OJK.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perluasan akses layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat mampu memahami manfaat, risiko, serta karakteristik produk dan layanan keuangan yang digunakan," tambah Eko.

Eko juga mengapresiasi dan meyakini hasil riset yang dipaparkan dalam kegiatan ini dapat menjadi referensi yang berharga dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung upaya peningkatan literasi dan kesadaran keuangan masyarakat.

Direktur Riset OJK Institute Bayu Bandono dalam sambutannya menyampaikan pada Diseminasi Riset Vaganza bertema "Melek Finansial di Era Digital" akan dipaparkan dua hasil penelitian mengenai pengaruh penggunaan jasa financial influencer serta perilaku masyarakat dalam memanfaatkan pinjaman daring dan paylater.

“Kami berharap hasil penelitian financial influencer dan paylater tersebut dapat memberikan manfaat bagi OJK dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, serta mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan bertanggung jawab," ujar Bayu.

Bayu juga menegaskan OJK terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui berbagai program, antara lain penelitian, dosen praktisi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

“OJK Institute terbuka untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dan perguruan tinggi dalam penelitian sektor jasa keuangan guna mendukung pengembangan industri keuangan dan kebijakan berbasis riset. OJK juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan dan berbagai program sertifikasi guna memperkuat daya saing di tengah perkembangan sektor jasa keuangan yang semakin dinamis," ujar Bayu.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta Sutirman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Diseminasi Riset Vaganza yang diselenggarakan OJK.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK Institute dan OJK Daerah Istimewa Yogyakarta atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap kolaborasi antara OJK dan Universitas Negeri Yogyakarta dapat terus diperkuat, dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Sutirman.

Turut hadir sebagai moderator pada kegiatan tersebut Guru Besar Departemen Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY Ratna Candra Sari serta narasumber dari OJK diantaranya Direktur Kelompok Spesialis Riset dan Widyaiswara OJK Institute Endang Nuryadin, Asisten Direktur Kelompok Spesialis Riset dan Widyaiswara OJK Institute Widya Ningsih dan Manajer Madya Kelompok Spesialis Riset dan Widyaiswara OJK Institute Sulistiyoningsih.

Ke depan, OJK akan terus bersinergi dengan perguruan tinggi dan stakeholder terkait untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta mewujudkan masyarakat yang semakin cerdas dan bijak dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.

***

 

Informasi lebih lanjut:

Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta - Eko Yunianto

Telp. (0274) 460 5790


Artikel Lain

Otoritas Jasa Keuangan

Gedung Sumitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710 Indonesia

Hubungi Kami

(021) 2960 0000
157
humas@ojk.go.id
081 157 157 157

Artikel GPR

Copyright Otoritas Jasa Keuangan 2024 | Peta Situs | Syarat dan Kondisi