OJK bersama berbagai kementerian/lembaga sedang menyusun dokumen mengenai Taksonomi Hijau sebagai upaya mempercepat program pembiayaan dengan prinsip berkelanjutan di sektor jasa keuangan.
Taksonomi hijau bersifat sebagai living document dan terbuka untuk mengalami penyesuaian dalam konteks pengembangan klasifikasi dan bentuk kegiatan usaha baru dan sejalan dengan penegasan Presiden RI atas komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim di UN Climate Change Conference ke-26 (COP26).
Banyak sekali perkembangan bisnis di masa depan yang tergantung dari taksonomi hijau. OJK bersama industri jasa keuangan akan mengembangkan sistem pelaporan yang mencakup sektor yang hijau. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Komisoner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Agus Edy Siregar saat acara Diskusi Publik Taksonomi Hijau. Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan 43 Direktorat Jendral di 8 Kementerian serta peserta diskusi dari lembaga internasional dan nasional, pimpinan jasa keuangan, akademisi, LSM serta pemangku kepentingan lainnya sebagai acuan penyampaian kategori tentang kegiatan usaha dan jasa yang tergolong hijau.